Minggu, 16 Oktober 2016


Muhammad Pian Sopian (38), Pemilik Perpustakaan Mini di angkot. (Foto: detik.com)
Bandung - Pasangan laki istri Elis Ratna Suminar (30) dan Muhammad Pian Sopian (38) dipuji dikarenakan menghasilkan perpustakaan mini di pada angkot. Apa maksud mereka?

"Itu telah pemandangan misi kita berdua sejak bahari, menumbuhkan kesukaan baca. jika perpustakaan di angkot ini baru belakangan ini dapat tercipta, kata Elis dikala berbincang bersama detikcom melalui telephone, Senin (17/10/2016).

Sopir Angkot Bikin Perpustakaan: awak Rasakan Pedihnya Dunia PendidikanFoto: Perpustakaan mini di angkot (Istimewa/Facebook)

Elis melafalkan, dia sehari-hari bekerja sbg pustakawati di SDN Cisalak, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung. ia semula telah lawas mencari jalan mengadakan perpustakaan keliling memanfaatkan sepeda motor mulai sejak tunggal desa ke desa lainnya.

"Kalau periode hujan aku senang cara kaki, bawa buku-buku bacaannya di ransel atau gunakan tas belanjaan," ucapnya. Elis menyampaikan, pekerjaannya itu selagi ini didukung suaminya yg bekerja sbg pengemudi angkot. permulaan kamu lah suaminya selanjutnya berkeingingan kepada ambil bagian.

Sopir Angkot Bikin Perpustakaan: abdi Rasakan Pedihnya Dunia PendidikanFoto: Perpustakaan mini di angkot (Istimewa/Facebook)

"Kata laki aku, mengapa teteh saja yg berjuang. aku sedang ingin terlibat, supaya warga kesukaan bacanya tinggi'," ucap Elis menirukan kata kata suaminya dikala itu.

Elis dan Pian kembali setelah itu merintis konsep menghasilkan angkot pustaka. sekarang di sektor belakang mobil suaminya dibuat rak mungil berisi buku-buku naskah. Bukunya beraneka, mulai sejak bersumber novel, narasi fiksi dan ilmiah, buku keyakinan dan yang lain. Buku-buku itu cuma-cuma dibaca oleh semua penumpang.

Menurut Elis, sejak menghasilkan angkot pustaka, angkot suaminya riuh dibicarakan. tidak sedikit respons postitif yg tiba. sekitar penumpang angkot mampu naik angkot ke area tujuannya sambil menyatakan buku. tertunda di proses masih menjadi tak terasa. Buku-buku di angkot termuat tiap-tiap hri ditukar supaya penumpang tak bosan.

Elis mengemukakan, buku-buku surat di angkot suaminya yakni buku koleksi mereka berdua. sebanyak lebih kurang 80-an buku. Ada masih buku-buku yg dipinjamnya berasal SDN Cisalak.

"Kebetulan sirah sekolah di SDN Cisalak wahid pengamatan bersama aku, ucapnya.

Sopir Angkot Bikin Perpustakaan: awak Rasakan Pedihnya Dunia PendidikanFoto: Perpustakaan mini di angkot (Istimewa/Facebook)

Elis dan suaminya mengharapkan mampu lebih tidak sedikit mengoleksi buku-buku naskah. Mereka mau penduduk Kabupaten Bandung kesukaan bacanya makin tinggi dan makin berpendidikan.

"Kami berdua merasakan gimana pedihnya dunia pendidikan, susah sekolah dikarenakan tak ada budget. abdi tak dapat menunjang beberapa orang dgn duit, lantaran itu ana meringankan melalui buku-buku. hamba mau mengeataskan kesukaan baca beberapa orang supaya wawasannya semakin luas, semakin kreatif dan bijaksana, ujar Elis.
Perpustakaan Mini di angkot. (Foto: detik.com)