Minggu, 16 Oktober 2016

Melewati Batas Normal Menuju Penguasa Atletik Peparnas 2016

Atlet difabel panahan Joko Budi Wibowo (kiri) digendong atlet difabel atletik Deden Komarudin menyulut api kaldron pada  pembukaan Peparnas XV 2016 di Stadion Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (15/10). (Foto: detik.com)
Sekilas tidak ada yg cangga. Malah bisa jadi tidak sedikit minder seandainya menyaksikan tubuh bentuk tubuh dan balutan otot sekujur badannya. nampak terang tempaan sport yg membuatnya kekar.

Kepercayaan dia semula menyetujui. tatkala berdiskusi tidak tergores rasa minder. penyebutan jawaban nyaring terdengar dgn intonasi senang penuh adrenalin. kala ada satu-dua yg melalui, tegur sapa begitu hangat.

Ya, siapa-siapa sangka bila laki laki itu, Johannes Billy. beliau merupakan atlet paralimpik kebanggaan Jawa Barat khususnya. sebentar keterbatasan tidak menyurutkannya pada berprestasi, bagus di stadium nasional ataupun umum. Terakhir, laki-laki tegap ganteng ini jadi atlet lebih-lebih semenjak Indonesia yg mendapatkan emas dekat ASEAN sebanyak Games (APG) 2015 dan hasilnya menghantarkan Indonesia jadi runner up arena terkandung di Singapura, Desember lalu.

Johannes yaitu atlet atletik type lempar lembing F44. Emas APG 2015 dicetaknya dgn lemparan sejauh 53,74 m atau rekor baru atas kelebihan tunggal dekat helatan APG 2013 Myanmar sejauh 51,03 m.

Dia tengah langganan jawara nasional, termasuk juga untuk PON XIV Riau 2012. dekat kontes dunia atletik International Paralympics Comitte 2015 di Doha Qatar, Johannes pernah ikut serta namun belum berhasil. anggota universal berasal aneka keikutsertaannya di arena semesta baru 1, faktor yg membuatnya tak dapat ikut Paralympic di Rio, Brasil, Agustus lalu.

"Makanya, aku optimistis dapat memperoleh medali emas kepada Peparnas Jawa Barat 2016 ini. perencanaan telah kedaluwarsa, pengalaman panjang, dan lawan-lawannya telah aku paham. mudah-mudahan mampu pemenang pun, tuturnya di Hotel Ibis, Rabu (12/10/2016) malam.

Cerita menggugah mirip mendarat bermula Kendrik, atlet lempar lembing tipe F42 permulaan Kalimantan Selatan. Seperti halnya Johanes, keterbatas tidak membuatnya patah tenaga. dia kian melaksanakan kesungguhan tidak dengan habis asa.

Latihan spartan lagi dilakukan, maka tempaan fisik menghasilkan badan laki-laki berdarah Cirebon ini serupa kekar. Uji tanding dan menyelami seteru serta telah dilakukan. kala Peparnas 2012, aku baru sanggup perak. mudah-mudahan thn ini sanggup emas, sanggup bawa medali ke Kalimantan Selatan," jelasnya ketika dijumpai di area serupa.